LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT PDF

Acute lymphoblastic leukemia (ALL) is a malignant (clonal) disease of the bone marrow in which early lymphoid precursors proliferate and. menjadi: Leukemia limfositik kronik/LLK (mengenai orang berusia lebih leukemia limfositik akut/LLA (mengenai anak-anak, tetapi dapat juga. p>Cancer is not a contagious disease but can cause death, especially in children . Cancer that primarily affects children is leukemia with the.

Author: Shaktijind Tular
Country: Cuba
Language: English (Spanish)
Genre: Environment
Published (Last): 7 April 2013
Pages: 345
PDF File Size: 16.99 Mb
ePub File Size: 15.82 Mb
ISBN: 991-8-58010-327-4
Downloads: 79893
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Fauzil

Published on Jan View Download Sel-sel abnormal ini menyebabkan timbulnya gejala karena kegagalan sumsum tulang yaitu anemia, neutropenia, trombositopenia dan infiltrasi organ misalnya hati, limpa, kelenjar getah bening, meningens, otak, kulit, atau testis.

makalah leukemia limfositik akut (LLA)

Leukemia merupakan suatu penyakit yang dikenal dengan adanya proliferasi neoplastik dari sel-sel organ hemopoetik, yang terjadi sebagai akibat mutasi somatik sel bakal stem cell yang akan membentuk suatu klon sel leukemia. Leukemia dibagi menjadi akut dan kronik. Leukemia juga digolongkan menurut tipe sel darah putih yang terkena. Limfositkk, leukemia dapat muncul dari sel limfoid disebut leukemia limfositik atau mieloid disebut leukemia mieloid.

Secara keseluruhan, leukemia dibagi menjadi: AnamnesisAnamnesis adalah cara pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara, baik langsung kepada pasien autoanamnesis maupun kepada orang tua atau sumber lain alloanamnesis misalnya ibu bapa atau pengantar.

Anamnesis merupakan bagian terpenting untuk menentukan diagnosis dan pemeriksaan klinis. Dengan anamnesis ini didapatkan data subjektif, pihak pasien diberi kesempatan untuk mengingat kembali dan menceritakan secara rinci masalah kesehatan yang dihidapi anak termasuk keluhan utama, keluhan tambahan, tanda-tanda timbul, riwayat terjadinya keluhan dan tanda sampai anak dibawa berobat. Identitas-Identitas pasien diperlukan untuk memastikan bahwa benar-benar anak tersebut yang dimaksudkan dan tidak keliru.

Bermula dengan nama anak, sebaiknya dicantumkan dengan nama orang tua. Seterusnya limffositik, jenis kelamin, nama orang tua, alamat, pekerjaan orang tua, agama dan suku. Keluhan utama atau riwayat penyakit sekarang-Biasanya ditanyakan keluhan utama yaitu keluhan yang menyebabkan pasien datang berobat. Riwayat limfoositik penyakit harus diketahui dengan jelas.

Umumnya, mencakup lamanya keluhan, bagaimana terjadinya keluhan; mendadak, perlahan-lahan, terus-menerus, hilang timbul atau berhubungan dengan waktu. Selain itu, sifat keluhan; keluhan bersifat menetap atau menjalar, berat ringannya keluhan dan perkembangannya. Biasanya pasien datang dengan keluhan utama pucat pada penderita leukejia limfositik akut.

makalah leukemia limfositik akut (LLA)

Keluhan penyerta lain yang bias ditemukan adalah anak lemas, demam, penurunan kadar trombosit, leukdmia sehingga menunjukkan gejala seperti serangan demam berdarah bahkan dapat ditemukan kulit yang tampak kuning pucat seperti penyakit kuning3. Riwayat penyakit terdahulu-Perlu juga ditanyakan riwayat penyakit anak yang pernah diderita. Ditanyakan pengobatan sebelumnya dan hasilnya, tindakan pengobatan sebelumnya.

Pada saat akug penyakit apakah ada reaksi alergi dan riwayat penyakit lain yang pernah diderita sebelumnya. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan-Status pertumbuhan anak dapat diambil dari kurva berat badan terhadap umur dan panjang badan terhadap umur. Data ini dapat diperoleh dari Kartu Menuju Sehat atau karta pemeriksaan lain. Status perkembangan pasien perlu untuk mengetahui tahapan perkembangan anak.

Riwayat imunisasi dan pemakanan6. Riwayat keluarga-Untuk riwayat keluarga, biasanya boleh diambil data keluarga sama ada pernah tidak menghidap penyakit leukemia. Perkusi hepar, digunakan patokan 2 garis, yaitu: Pembesaran hati diproyeksikan pada kedua garis ini dinyatakan dengan beberapa bagian dari limfossitik tersebut. Pemeriksaan LimpaPada neonates, normal masih teraba sampai 1 – 2 cm. Dibedakan dengan lsukemia yaitu dengan: Limpa seperti lidah menggantung ke bawah2.

  GRECKI ALFABET PDF

Ikut bergerak pada pernapasan. Mempunyai incisura lienalis, serta dapat didorong kearah medial, lateral dan atas.

Garis ini digunakan untuk menyatakan pembesaran limpa. Garis ini diteruskan kebawah sehingga memotong lipat paha. Garis dari pusat kelipat paha pun dibagi 4 bagian yang sama. Limpa yang membesar sampai pusar dinyatakan sebagai S. IV sampai lipat paha S. Pemeriksaan Tanda VitalNilai standar untuk mengetahui batas normal suhu tubuh manusia dibagi menjadi empat yaitu: Untungnya, angkamorbiditas dan mortalitas pada ITP akut sangat rendah. Pada kasus ditemukan riwayat penyakit sebelumnya, yaitu panas disertai pilek dan diberikan penatalakasanaan amoxyllin.

Dari daftar obat yang sering menyebabkan ITP sebagaimana telah penulis lampirkan pada tinjauan pustaka ditemukan penicilin dan turunannya. Hal ini mengindikasikan bahwa anak tersebut kemungkinan menderita ITP yang diinduksi obat. Untuk penegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan lab antara lain Hitung trombosit 6 tahun Etiologii. Faktor eksogen dan endogeni. Sindrom Fanconi dengan kelainan bawaanii.

Tidak ada organomegaliGambaran Darah Tepii. Mungkin terdapat sel plasma, monosit bertambahGambaran Sumsum Tulangi. Gambaran monoton; sel limfopoetik patologisii. Gambaran sel sumsum tulang yang sangat kurangii. Banyak jaringan penyokong, jaringan lemakiii. Aplasia sistem eritropoetik, granulopoetik, trombopoetikTabel 2. Ada persamaan jelas antara leukemia dan penyakit neoplastik lain, misalnya proliferasi sel yang tidak terkendali, abnormalitas morfologi sel, dan infiltrasi organ.

Lebih dari itu, kelainan sumsum kronis lain dapat berubah bentuk akhirnya menjadi leukemia akut, misalnya polisitemia vera, mieosklerosis atau anemia aplastik. Leukemia nyata menunjukkan perluasan klonal yang timbul dengan mutasi somatik sumsum tunggal, sel limfoid tepi atau timus seperti dilihatkan dengan teknik kromosomal, isoenzim, imunologis, dan kultur in-vitro.

Biasanya subclone lebih ganas dan sering terdapat abnormalitas kromosom cytogenetic 2. Virus Epstein-Barr, suatu virus DNA, telah dibiak dari jaringan limfoma Burkitt dan, pada kasus ini, penyakit ini diduga timbul karena infeksi EB pada orang dengan pengaturan sel T yang terganggu, mungkin yang disebabkan malaria kronis.

Bukti tidak langsung untuk etiologi virus beberapa leukemia adalah kambuhnya leukemia pada sel yang berasal donor pada kira-kira enam kasus setelah transplantasi sumsum tulang untuk leukemia akut. Radiasi, khususnya sumsum tulang, bersifat leukemogenik. Terdapat insiden leukemia tinggi pada orang yang tetap hidup setelah bom atom di Jepang, pada pasien ankylosing spondylitis yang telah menerima penyinaran spinal dan pada anak-anak yang ibunya menerima sinar X abdomen selama hamil.

Genetik dan Perubahan kromosom. Ada laporan beberapa kasus yang terjadi pada satu keluarga dan pada kembar identik. Lebih dari itu, ada insiden yang meningkat pada beberapa penyakit herediter, khususnya sindroma Down dimana leukemia terjadi dengan peningkatan fekuensi kali lipatanemia Fanconi, sindroma Bloom dan ataksia-talangiektasia.

Terkena benzene kronis, yang dapat menyebabkan displasia sumsum tulang dan perubahan kromosom, merupakan penyebab leukemia yang tidak biasa.

Zat pelarut dan kimia industri lainnya dapat menyebabkan leukemia lebih jarang tetapi sukar membuktikan ini pada kasus individual. Zat khemoterapi merupakan penyebab yang ditetapkan mantap, khususnya obat yang mengalkilasi seperti khlorambusil, mustin dan melfalan, dan prokarbazin.

akur Leukemia, khususnya AML mielomonositik M4 dan eritroleukemik M6bisa pada pasien limfoma yang diobat dengan radiasi dan dengan obat-obatan ini. Meskipun demikian, leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada anak di bawah umur 15 tahun. Data lain menunjukkan bahwa pada angka insiden leukemia di Amerika sekitar 31,8 per 1.

Tidak hanya angka morbiditas, angka mortalitas leukemia juga dilaporkan di Amerika. Sampai tahunan, dilaporkan bahwa leukemia menjadi penyebab utama kematian karena kanker pada anak di Amerika. Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan bahwa di Indonesia tiap tahun ada seratus penderita kanker baru skut Angka ini terus meningkat lantaran kurangnya pemahaman orang tua mengenai penyakit kanker dan bahayanya. Sisanya kanker jenis lain seperti kanker kelenjar getah bening, kanker saraf, dan kanker ginjal.

  CIRO FLAMARION CARDOSO DOMINIOS DA HISTORIA PDF

Data lain menyatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 80 leulemia anak lijfositik usia dibawah 15 tahun. Sebagian dari anak tersebut merupakan populasi berisiko terkena leukemia. Dari penelitian yang dilakukan di RS Dr. Dengan kata lain dapat diestimasi bahwa terdapat kasus baru jenis LLA tiap tahunnya.

Selain itu juga didapatkan sebanyak 30 40 leukemia anak jenis LLA ditangani setiap tahun di institusi tersebut di atas. Sampai saat ini apa yang menjadi penyebab leukemia belum diketahui dengan pasti.

Sementara, apa yang menjadi faktor risiko dapat diketahui dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, diantaranya adalah penggunaan pestisida, medan listrik, riwayat keguguran pada ibu, radiasi, bahan kimia benzenevirus, kelainan genetik, ibu yang umurnya relatif tua saat melahirkan, lleukemia yang merokok saat hamil, konsumsi alkohol saat hamil, penggunaan marijuana saat hamil, medan magnet, pekerjaan orang tua, berat lahir, lmifositik lahir, radiasi prenatal dan post-natal, vitamin K, serta diet.

Leukemia paling sering terjadi pada anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Selain itu leukemia juga menyebabkan kematian pada anak, khususnya untuk jenis leukemia LMA karena risiko kematiannya lebih tinggi dibandingkan jenis skut. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian ilmiah untuk melihat besarnya masalah serta melihat gambaran determinan leukemia anak.

Penelitian mengenai gambaran epidemiologi leukemia anak belum merupakan prioritas para peneliti di Indonesia. Padahal, informasi ini sangat penting agar masyarakat mengerti dan peduli aware terhadap tingginya angka kejadian leukemia pada anak dibandingkan dengan jenis kanker lain. Penelitian ini juga penting sebagai langkah awal untuk melanjutkan penelitian terhadap faktor penyebab sehingga dapat menentukan tindakan preventifnya. Diagnosis pasti biasanya didasarkan atas pemeriksaan aspirat sumsum tulang.

Gambaran sitologik sel induk amat bervariasi, walaupun dalam satu cuplikan tunggal, sehingga tidak ada klasifikasi morfologik yang memuaskan. Pada limfoblas L1 umumnya kecil, dengan sedikit sitoplasma, pada sel L2 lebih besar, dan pleomorfik dengan sitoplasma lebih banyak, bentuk irregular, dan nukleoli nyata, dan sel L3 mempunyai kromatin inti homogen dan berbintik halus, nukleoli jelas, dan sitoplasma biru tua dengan vakuolisasi nyata.

Karena perbedaan yang subjektif antara blas L1 dan L2 dan korelasi dengan penanda imunologik dan genetik yang sedikit, hanya subtipe L3 akug mempunyai arti klinis. Klasifikasi LLA bergantung kepada kombinasi gambaran sitologik, imunologik dan kariotip. Dengan antibodi monoklonal yang mengenali antigen permukaan sel yang terkait dengan galur sel dan antigen sitoplasma, maka imunotipe dapat ditentukan pada kebanyakan kasus.

Ini jenis-jenis leukemia yang mungkin menyerang anak

Imunotipe ini mempunyai implikasi prognostik maupun terapeutik. Beberapa kasus belum dapat diklasifikasikan karena menunjukkan ekspresi antigen yang berkaitan dengan beberapa galur yang berbeda LLA galur campuran atau bifenopitik. Kariotip dari sel leukemia mempunyai arti penting diagnostik, prognostik, dan terapeutik. Hal ini dikarenakan kariotip dari sel leukemia menunjukkan tepat pada penelitian molekular untuk mendeteksi gen yang mungkin terlibat pada transformasi leukemia.

LLA anak dapat juga diklasifikasikan atas dasar jumlah kromosom tiap sel leukemia ploidy dan atas penyusunan kembali kromosom struktural misalnya translokasi.